Beberapa tahun lalu, lari sering identik dengan satu hal: capek.
Semakin ngos-ngosan, semakin ngerasa latihannya “berhasil”. Pace harus kencang, keringat harus banjir, dan pulang lari harus tumbang.
Tapi sekarang, cara orang memandang lari mulai berubah. Pelan-pelan, easy running dan Zone 2 justru jadi pilihan banyak pelari dan dianggap “cool”.
Apa Itu Easy Running dan Zone 2?
Secara sederhana, easy running adalah lari dengan intensitas santai. Napas masih bisa diajak ngobrol, langkah terasa ringan, dan badan nggak dipaksa.
Sementara Zone 2 adalah zona intensitas di mana detak jantung stabil dan tubuh bekerja dengan efisien. Di fase ini, tubuh belajar untuk membangun endurance, mengelola energi dengan lebih baik, dan pulih lebih cepat setelah latihan.
Dari Kejar Cepat ke Kejar Konsisten
Banyak pelari zaman sekarang mulai sadar, lari cepat terus-menerus ternyata bisa bikin badan lebih cepat drop, cedera yang tiba-tiba ada padahal gak ngerasa salah, dan motivasi yang naik turun.
Akhirnya muncul pertanyaan sederhana: “apa gunanya cepat, kalau nggak bisa lari lama?”
Dari sini, easy running mulai dilihat bukan sebagai lari malas, tapi sebagai cara supaya lari bisa jadi bagian hidup jangka panjang.
Yang sering bikin orang kaget, pelari elite pun sebagian besar latihannya dilakukan dengan pace santai. Bukan karena mereka nggak bisa cepat, tapi karena mereka paham kapan harus pelan. Lari pelan bukan tanda kurang serius, justru tanda tahu cara menjaga tubuh.
Kenapa Jadi Populer?
Di tengah gaya hidup yang modern, kamu bisa lari tanpa tekanan, bisa lari bareng komunitas, bisa selesai lari tanpa masih punya tenaga. Lari jadi momen buat mikir, refleksi, atau cuma sekedar menikmati sekitar. Bukan cuma latihan fisik, tapi juga mental break dari sibuknya hiruk pikuk dunia.
Sampai sekarang pace sering jadi alat pembuktian, tapi pelan-pelan banyak pelari berdamai dengan dirinya sendiri. Pelari mulai sadar kalau lari gak harus selalu dipamerin, gak harus selalu ngebandingin diri sendiri sama orang lain, dan bisa lebih fokus ke proses bukan validasi. Dan justru di situ, progres pelan-pelan datang walaupun butuh waktu lebih lama.
Selain itu juga, Easy run dan zone 2 ini merepresentasikan kedewasaan dalam berlari. Bukan soal siapa paling cepat hari ini, tapi siapa yang masih bisa lari besok, minggu depan, dan bertahun-tahun ke depan.
Easy running dan Zone 2 bukan tren sesaat!
Ini adalah tanda bahwa dunia lari makin sadar: lari bukan sprint, tapi perjalanan panjang. Kadang, melambat bukan berarti mundur dan kalah tapi justru itu cara paling masuk akal untuk terus maju.