Adidas X Pharrell Williams lewat Humanrace baru aja ngenalin sepatu yang beda dari kebanyakan sepatu lari: EVOLUTION Pro. Ini bukan cuma soal lari cepat, tapi soal gimana teknologi, desain, dan visi kreatif bisa ketemu di satu produk.
Sekilas, sepatu ini kelihatan futuristik. Tapi begitu ditelusuri, EVOLUTION Pro punya cerita yang lebih dalam dari sekadar tampilan.

Bukan Sekadar Kolaborasi Tempel Logo
Humanrace bukan tipikal kolaborasi yang cuma ganti warna atau nambah nama besar. Pharrell bawa pendekatan yang lebih personal tentang gerak, ritme, dan pengalaman manusia.
EVOLUTION Pro dibangun dari DNA sepatu performa adidas yang sudah dikenal cepat, lalu “diterjemahkan ulang” lewat sudut pandang Humanrace. Hasilnya? Sepatu lari yang terasa lebih artistik, lebih mindful, tapi tetap punya fondasi performa.

Walaupun tampilannya artsy, sepatu ini tetap serius soal fungsi. EVOLUTION Pro pakai Lightstrike Pro midsole, foam andalan adidas yang ringan dan responsif. Rasa larinya dibuat tetap cepat, tapi lebih smooth. Outsole-nya juga lebih lebar, bikin pijakan terasa stabil tanpa ngorbanin sensasi ngebut.
Bagian upper-nya tipis dan ringan, dengan detail tekstur yang unik. Nggak cuma enak dilihat, tapi juga kasih pengalaman berbeda saat dipakai. Yang bikin EVOLUTION Pro menarik bukan cuma teknologinya, tapi posisinya. Ini sepatu yang berdiri di tengah-tengah, antara performance gear dan design object.
Bisa dilihat sebagai sepatu lari masa depan, tapi juga bisa dibaca sebagai ekspresi gaya hidup tentang bagaimana olahraga, kreativitas, dan identitas bisa jalan bareng.
Limited, Eksklusif, dan Apakah Kamu Menjadi Salah Satu Yang Memilikinya?
EVOLUTION Pro bakal dirilis terbatas dan jelas bukan sepatu yang ditujukan buat semua pelari. Harganya tinggi, jumlahnya sedikit, dan targetnya spesifik. Ini lebih cocok buat kolektor, pencinta desain dan pelari yang melihat sepatu sebagai bagian dari cerita, bukan cuma alat.
Adidas x Humanrace EVOLUTION Pro nunjukin kalau sepatu lari sekarang nggak harus selalu soal angka dan podium. Ada ruang buat eksplorasi, buat estetika, dan buat makna di balik gerakan. Ini sepatu yang ngajak kita mikir ulang: lari itu bukan cuma soal seberapa cepat, tapi juga soal bagaimana kita bergerak dan merasakannya.