Persaingan antara Nike dan adidas tidak hanya terjadi di rak toko maupun pasar sneaker, tetapi juga merambah ke dunia pemasaran digital. Setelah Victor Wembanyama dan San Antonio Spurs berhasil menyingkirkan Anthony Edwards bersama Minnesota Timberwolves dari babak playoff NBA 2026, Nike Basketball langsung memanfaatkan momen tersebut dengan cara yang cukup menarik.

Tak lama setelah kemenangan Spurs dipastikan, Nike Basketball mengunggah sebuah grafis bertema planet Mars yang menampilkan logo alien milik Victor Wembanyama lengkap dengan tulisan besar “Believe This”. Bagi para penggemar basket dan sneaker, pesan tersebut jelas bukan kebetulan.
Kalimat tersebut dianggap sebagai respons langsung terhadap slogan “Believe That” yang selama ini menjadi bagian utama kampanye pemasaran Anthony Edwards bersama adidas Basketball. Kampanye tersebut telah digunakan secara luas oleh adidas untuk mempromosikan lini signature Anthony Edwards yang sukses besar dalam beberapa tahun terakhir.
Meski terkesan menyindir, Nike memilih pendekatan yang relatif halus. Alih-alih menyerang secara terang-terangan, brand asal Oregon tersebut tetap mempertahankan identitas pemasaran Wembanyama yang berfokus pada julukan “alien”, postur unik, serta potensi luar biasanya sebagai salah satu wajah masa depan NBA.
Penggunaan latar planet Mars semakin memperkuat narasi tersebut. Nike selama ini memang membangun citra Wembanyama sebagai pemain yang seolah berasal dari dunia lain berkat kombinasi tinggi badan, skill, dan kemampuan atletiknya yang sulit dipercaya.
Di sisi lain, adidas berhasil membangun popularitas Anthony Edwards melalui pendekatan yang berbeda. Kepribadian Edwards yang percaya diri, karismatik, dan sering mencuri perhatian di media sosial menjadi fondasi utama strategi pemasaran adidas Basketball. Kombinasi performa di lapangan, kampanye kreatif, dan karakter yang kuat menjadikan Edwards salah satu atlet muda paling berpengaruh dalam industri sneaker saat ini.
Namun momentum playoff kali ini berada di pihak Wembanyama. Saat Spurs melaju ke babak berikutnya dan Timberwolves harus mengakhiri musim lebih cepat, Nike melihat peluang untuk mengubah hasil pertandingan menjadi bahan percakapan yang lebih besar di luar lapangan.
Yang membuat unggahan tersebut menarik adalah fakta bahwa Nike jarang terlibat secara langsung dalam sindiran terbuka terhadap kompetitor. Karena itulah pesan sederhana “Believe This” langsung memancing perhatian komunitas basket dan sneaker, sekaligus mempertegas rivalitas baru antara dua bintang muda NBA yang diprediksi akan mendominasi liga selama bertahun-tahun ke depan.
Peristiwa ini juga menunjukkan bagaimana pemasaran sneaker modern telah berubah. Tidak lagi hanya bergantung pada desain sepatu atau teknologi terbaru, tetapi juga memanfaatkan momen pertandingan, rivalitas pemain, budaya internet, hingga reaksi media sosial untuk membangun percakapan yang lebih luas.
Dengan Anthony Edwards sebagai wajah utama adidas Basketball dan Victor Wembanyama yang diproyeksikan menjadi ikon masa depan Nike Basketball, persaingan antara kedua atlet muda ini tampaknya baru saja dimulai. Dan jika melihat bagaimana Nike memanfaatkan kemenangan playoff kali ini, para penggemar bisa mengharapkan lebih banyak duel menarik, baik di lapangan maupun dalam dunia sneaker, pada musim-musim mendatang.