Perkembangan basket wanita sedang berada di titik yang sangat besar. Memasuki musim ulang tahun ke-30 WNBA, perhatian terhadap liga dan para atletnya terus meningkat, mulai dari jumlah penonton, rating televisi, engagement media sosial, hingga pengaruh budaya yang semakin luas. Momentum tersebut juga terasa kuat di dunia sneaker, terutama lewat meningkatnya investasi brand terhadap sepatu basket performa yang berfokus pada pemain wanita.

Nike dan Jordan Brand menjadi dua nama utama yang ikut mendorong pertumbuhan ini. Keduanya terus membangun lini produk untuk beberapa bintang terbesar basket wanita, mulai dari Sabrina Ionescu, A’ja Wilson, hingga JuJu Watkins. Selain itu, Jordan Brand juga memperkuat kategori sepatu team model wanita lewat Heir Series 2.

Salah satu model utama yang menjadi sorotan adalah Nike Sabrina 3. Sepatu signature Sabrina Ionescu ini melanjutkan kesuksesan Sabrina 1 dan Sabrina 2 yang sudah lebih dulu populer di kalangan pemain profesional, kampus, hingga grassroots. Sabrina 3 tetap membawa karakter cepat, responsif, dan serbaguna, dengan konstruksi yang dibuat untuk pergerakan tajam, cut cepat, dan permainan all-around.

Dari segi tampilan, Sabrina 3 juga mempertahankan desain ramping yang membuatnya mudah diterima tidak hanya sebagai sepatu performa, tetapi juga sebagai bagian dari gaya sehari-hari. Lini ini kini menjadi salah satu franchise modern paling penting di Nike Basketball, terutama dengan pertumbuhan basket wanita yang semakin besar secara global.

Nama besar berikutnya adalah A’ja Wilson dengan Nike A’Two. Sebagai sepatu signature kedua Wilson, model ini hadir dengan karakter yang lebih kuat dibanding pendahulunya. Jika A’One lebih berfokus pada keseimbangan dan fleksibilitas, A’Two membawa pendekatan yang lebih agresif melalui bantalan Cushlon 3.0 dan unit Zoom Air di bagian forefoot. Kombinasi ini dibuat untuk mendukung gerakan eksplosif, baik saat bermain di paint maupun ketika bergerak cepat di open floor.

Secara visual, Nike A’Two membawa nuansa basket era 1990-an melalui konstruksi synthetic leather berlapis dan detail desain yang tegas. Dengan status A’ja Wilson yang terus berkembang sebagai salah satu wajah utama basket wanita, A’Two berpotensi menjadi salah satu model performa wanita paling penting dari Nike Basketball.

Nike juga memberi panggung besar untuk JuJu Watkins lewat Nike LeBron NXXT Gen By JuJu. Rilisan ini menjadi momen bersejarah karena JuJu menjadi atlet NIL pertama yang mendapatkan rilisan footwear Nike miliknya sendiri. Alih-alih menghadirkan siluet baru sepenuhnya, Nike menggunakan platform LeBron NXXT Gen sebagai dasar untuk menceritakan kisah personal JuJu.

Sepatu ini tetap membawa karakter performa khas LeBron NXXT Gen, termasuk responsivitas, bantalan, dan dukungan untuk permainan intens. Namun yang membuatnya penting adalah makna di balik rilisannya. Nike menunjukkan bahwa bintang masa depan basket wanita bisa memiliki pengaruh besar bahkan sebelum masuk ke level profesional.

Di sisi Jordan Brand, Heir Series 2 menjadi bukti bahwa investasi terhadap basket wanita tidak hanya berpusat pada sepatu signature. Model ini dirancang sebagai sepatu performa wanita dengan fokus pada containment, support ringan, dan pergerakan yang fluid. Desain low-profile membuat pemain tetap dekat dengan court, sementara sistem cushioning dan traction diperbarui untuk mendukung perubahan arah yang cepat.

Dengan hadirnya Sabrina 3, A’Two, LeBron NXXT Gen By JuJu, dan Jordan Heir Series 2, Nike dan Jordan Brand menunjukkan komitmen besar terhadap masa depan basket wanita. Tidak hanya mengikuti momentum WNBA, mereka juga ikut membangun fondasi produk yang bisa mendukung generasi pemain berikutnya, baik di level profesional, kampus, maupun lapangan komunitas.

Model yang disorot:
Nike Sabrina 3
Nike A’Two
Nike LeBron NXXT Gen By JuJu
Jordan Heir Series 2

Categories: Fakta