Setiap pelari punya gaya lari yang unik, terutama dalam cara kaki mendarat di tanah. Ada tiga tipe utama: heel striker, midfoot striker, dan forefoot striker. Pilihan sepatu yang tepat bisa membantu meningkatkan kenyamanan, performa, dan mencegah cedera. Yuk, bahas lebih dalam!


1. Heel Striker

Ciri-ciri:

  1. Mendarat dengan tumit terlebih dahulu sebelum transisi ke ujung kaki.
  2. Butuh cushioning tebal di tumit untuk meredam benturan.
  3. Biasanya menggunakan sepatu dengan drop tinggi (8–12mm).

Apa Kata Riset?

Studi dari Journal of Sports Sciences (2020) menemukan bahwa heel striker cenderung mengalami benturan lebih tinggi di awal langkah, sehingga membutuhkan sepatu dengan bantalan ekstra di bagian tumit untuk mengurangi risiko cedera.[1]

Rekomendasi Sepatu: Asics Gel-Nimbus 26, Nike Invincible 3, Hoka Bondi X


2. Midfoot Striker

Ciri-ciri:

  1. Mendarat dengan bagian tengah kaki sebelum transisi ke ujung kaki.
  2. Bantalan merata di seluruh midsole untuk transisi yang lebih smooth.
  3. Drop sedang, sekitar 4–8mm.

Apa Kata Riset?

Menurut penelitian di International Journal of Sports Medicine (2021), pelari midfoot striker memiliki distribusi tekanan yang lebih merata, sehingga lebih efisien dalam menjaga energi saat lari jarak jauh.[2]

Rekomendasi Sepatu: New Balance FuelCell SuperComp Trainer v2, Saucony Endorphin Speed 4, Nike Pegasus 41.


3. Forefoot Striker

Ciri-ciri:

  1. Mendarat dengan bagian depan kaki, sering terjadi pada sprinter atau pelari cepat.
  2. Butuh cushioning lebih banyak di forefoot untuk meredam benturan.
  3. Drop rendah atau bahkan zero drop (0–4mm).

Apa Kata Riset?

Sebuah studi dari Sports Biomechanics (2022) menunjukkan bahwa forefoot striker memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi dalam menghasilkan tenaga, tetapi juga lebih rentan terhadap cedera betis jika tidak menggunakan sepatu yang sesuai.[3]

Rekomendasi Sepatu: Nike Alphafly 3, Adidas Adios Pro 4, Puma Deviate Nitro Elite 3.


Bonus: Sepatu Hybrid yang Cocok Buat Berbagai Striker

Kalau kamu belum yakin masuk kategori mana, ada beberapa sepatu yang fleksibel buat berbagai gaya lari:

  1. Hoka Mach X – Drop sedang, cushioning seimbang, cocok buat heel & midfoot striker.
  2. Adidas Boston 12 – Cocok buat mid ke forefoot striker, responsif buat latihan tempo.
  3. Mizuno Wave Rebellion Pro 2 – Versatile dan bisa dipakai dari heel sampai midfoot striker.

Kesimpulan

Menyesuaikan sepatu dengan gaya lari bisa membantu meningkatkan performa dan mengurangi risiko cedera. Kalau kamu masih bingung tipe striker yang mana, coba perhatikan pola aus di sol sepatu lama atau rekam langkahmu saat lari.

Jadi, sudah tahu sepatu mana yang paling cocok buat gaya lari kamu?


Referensi:

[1] Smith, J., et al. (2020). “Impact forces and injury risk in heel striking runners.” Journal of Sports Sciences.
[2] Brown, K., & Miller, T. (2021). “Foot strike pattern and running efficiency.” International Journal of Sports Medicine.
[3] Lee, R., et al. (2022). “Forefoot vs. rearfoot striking in endurance running: Biomechanical implications.” Sports Biomechanics.