Kalau dulu olahraga selebriti identik sama gym biasa atau lari santai, sekarang mulai ada satu nama baru yang sering muncul: HYROX. Bukan cuma sekadar tren luar negeri, HYROX pelan-pelan mulai masuk ke radar public figure Indonesia. Dari yang awalnya coba-coba, sampai akhirnya benar-benar ikut kompetisi di level internasional.
Jadi… sebenarnya HYROX itu apa sih?
HYROX: Bukan Sekadar Lari, Tapi Ujian Full Body
Bayangin kamu lagi race tapi bukan cuma lari. Di HYROX, peserta harus menyelesaikan:
- total lari 8 km (dibagi per 1 km)
- diselingi dengan 8 station workout
Mulai dari:
- SkiErg
- Sled push & pull
- Burpee broad jumps
- Rowing
- Farmer’s carry
- Sandbag lunges
- sampai wall balls
Intinya? Ini bukan soal siapa paling cepat, tapi siapa paling kuat dan paling tahan.
Kenapa HYROX Mulai Dilirik?
Karena konsepnya relatable. HYROX itu ibarat, gabungan antara race lari + latihan gym yang biasa kamu lakuin. Makanya banyak orang (termasuk selebriti) ngerasa: “Ini gue banget.”
Deretan Selebriti Indonesia yang Ikutan HYROX
Jennifer Bachdim
Salah satu yang paling konsisten. Dari kategori:
- mixed couple bareng Irfan Bachdim
- relay
- sampai women double
Jennifer udah cukup sering turun di berbagai event HYROX, termasuk Vienna.
Bisa dibilang, dia jadi salah satu wajah dari gaya hidup “fit & functional” di Indonesia.
Andrea Dian
Kalau ngomongin strength training, nama ini nggak bisa dilewatin. Andrea udah lama dikenal aktif di dunia fitness. Masuk ke HYROX jadi langkah natural karena memang sesuai sama base latihannya. Menariknya, dia juga sempat share proses persiapannya, nunjukin kalau HYROX bukan event instan.
Luna Maya
Awalnya lebih sering terlihat di padel. Tapi belakangan, Luna mulai eksplor ke HYROX. Bahkan sempat ikut HYROX Vienna bareng Marianne Rumantir dan berhasil finish dengan kuat. Ini nunjukin satu hal:
HYROX itu accessible, even buat yang bukan “hardcore athlete”.
Marianne Rumantir
Background-nya? Runner. Dia sudah punya pengalaman di marathon, bahkan World Marathon Majors.
Masuk ke HYROX jadi upgrade yang menarik—dari endurance ke kombinasi endurance + strength. Dan hasilnya? Dia tetap bisa perform.
Gisella Anastasia
Lifestyle aktif? Sudah. Dari pilates, lari, sampai akhirnya nyobain HYROX. Dan bukan cuma coba, dia bahkan berani ikut event HYROX Vienna. Ini yang bikin HYROX makin relatable: orang-orang dengan background berbeda bisa ikut.
Ririn Ekawati
Masih di fase training, tapi sudah mulai serius. Dari yang awalnya aktif di running dan padel, sekarang mulai masuk ke dunia HYROX. Walaupun belum turun di race, progress training-nya sudah kelihatan.
Nikita Willy
Contoh lain bahwa HYROX itu fleksibel. Dengan berbagai aktivitasnya, dia tetap menyempatkan diri untuk eksplor olahraga ini. Dan yang menarik, HYROX bisa disesuaikan dengan berbagai level.
Kenapa Ini Menarik Buat Runners?
Karena HYROX itu seperti “next level” dari lari. Kalau lari itu fokus di pace dan endurance. HYROX nambahin: strength, power, dan mental toughness. Jadi buat banyak runners, ini bukan pengganti, tapi upgrade.
Dari Tren ke Lifestyle
Melihat makin banyaknya public figure yang terjun ke HYROX, satu hal jadi jelas: Ini bukan sekadar tren sesaat. HYROX mulai jadi bagian dari gaya hidup baru, di mana orang nggak cuma mau fit, tapi juga kuat.
Kalau menurut lo gimana, laners? HYROX ini bakal jadi “the next big thing” di Indonesia atau cuma hype sesaat?