Banyak pelari yang ngerasa makin sering latihan = makin cepet kuat. Padahal yang bikin lo berkembang justru ada di jam-jam setelah latihan selesai: di tidur lo, makan lo, dan rutinitas pulih lo. Recovery adalah latihan tersembunyi.


Tidur itu nomor satu. Kalau tidur lo kacau, pace lo ikut kacau. Badan bisa dipaksa latihan, tapi hasilnya pasti jelek kalau pulsanya belum turun. Targetin 7–8 jam minimal, plus power nap kalau lagi peak training.


Stretching dan mobility juga bagian penting. Nggak harus panjang—5 menit setelah lari dan 10 menit di malam hari udah cukup untuk ngejaga otot nggak kaku. Pelari yang rajin mobility biasanya lebih jarang cedera.


Jangan lupa makanan recovery. Dua hal yang paling penting: protein buat perbaikan otot dan karbo buat ngeisi ulang energi. Kalau dua ini terpenuhi, badan lo bakal lebih siap masuk sesi latihan berikutnya.


Dan yang sering dilupain: mental recovery. Hari tanpa lari itu bukan tanda lo malas. Itu tanda lo paham ritme tubuh lo. Kadang off day justru bikin minggu berikutnya lebih meledak performanya.

Kesimpulan:
Recovery bukan aktivitas sampingan—itu bagian inti dari progres lo. Semakin lo pinter pulih, semakin konsisten lo berkembang tanpa drama cedera.