Pria Tercepat: Nibret Melak — 2:04:00

Nibret Melak mencetak waktu luar biasa 2 jam 04 menit 00 detik dan jadi juara di Dubai. Prestasi ini makin spesial karena ini adalah marathon pertamanya di jarak penuh dan ia memimpin lomba sejak awal dan tampil dominan di kondisi yang dikenal sebagai salah satu lintasan tercepat di dunia.
Menurut laporan perlombaan, Melak memakai adidas Adizero Adios Pro Evo 2 sepatu marathon racing dari adidas yang dirancang khusus untuk kecepatan maksimum di jarak 42,195 km.
Wanita Tercepat: Anchinalu Dessie — 2:18:31

Pada saat yang sama, Anchinalu Dessie keluar di posisi pertama di kategori wanita dengan catatan 2 jam 18 menit 31 detik, hampir 4 menit lebih cepat dari PB sebelumnya. Kemenangannya jadi salah satu kemenangan paling dominan di edisi 25th anniversary Dubai Marathon.
Seperti Melak, Dessie memakai adidas Adizero Adios Pro Evo 2 yang dikenal di kalangan elite sebagai sepatu race-day dengan bobot super ringan, midsole responsif, dan desain yang memaksimalkan efisiensi lari pada pace tinggi.
Kenapa Adizero Adios Pro Evo 2 Cocok Buat Marathon Cepat?

Sepatu ini bukan sepatu latihan biasa, ini adalah super racing shoe adidas yang dirancang dari awal buat performa jarak jauh di level tertinggi. Beberapa poin spesifiknya:
1. Bobot Super Ringan
Adios Pro Evo 2 punya bobot yang sangat ringan (sekitar ~135 g / kurang lebih 4.7 oz untuk ukuran standar), salah satu yang teringan di kelasnya, membuat pelari bisa menjaga cadence tinggi tanpa membebani kaki di kilometer akhir.
2. Midsole Lightstrike Pro Evo
Sepatu ini memakai Lightstrike Pro Evo foam, versi paling high-end dari midsole adidas yang menyatukan cushion empuk dan responsivitas tinggi, supaya setiap langkah terasa lebih efisien dan “mantul”.
3. Carbon Rods / Rangka Racing
Walaupun bukan plate full carbon tradisional, sepatu ini punya Energy Rods 2.0 yang bekerja seperti karbon plate: memandu langkah maju dengan effisiensi tinggi, terutama di fase forefoot saat langkah panjang.
4. Geometri Rocker Untuk Kecepatan Sustained
Shoes ini dirancang dengan rocker geometry yang membantu transisi langkah depan-belakang menjadi lebih cepat dan halus, sangat cocok ketika pelari sudah masuk fase kelelahan di 30-35 km terakhir.
Semua elemen ini bikin Adios Pro Evo 2 lebih dari sekadar sepatu biasa, ia adalah alat performa buat pelari elit yang mengejar waktu maksimal di race seperti Dubai Marathon.
Sepatu yang tepat bisa memberi feel lebih ringan, energi lebih efisien, dan performa maksimal ketika momentum perlombaan datang. Ini juga jadi inspirasi buat pelari di semua level: selain latihan dan strategi, investasi ke sepatu yang tepat buat race bisa banget bikin bedanya di garis finish.