Banyak pelari lupa kalau lari itu aktivitas yang makannya lebih serius daripada latihannya. Yap, fuelling itu bukan cuma soal gel pas race, tapi soal gimana badan lo punya bensin yang cukup buat ngangkat pace, nanjak, dan lari jauh tanpa drama. Kalau lari berasa berat, sering banget penyebabnya simpel: lo kurang makan.


Coba cek rutinitas sebelum lari. Kalau pagi, minimal masukin karbo cepat cerna: roti tawar, pisang, madu, energy bar mini. Jangan terlalu berat, tapi jangan kosong. Running on empty itu ibarat push motor tanpa bensin—jalannya ada, tapi kesel. Untuk lari di atas 60 menit, gel itu udah jadi sahabat wajib. Bukan buat elite runner doang, tapi buat siapapun yang pengen pace stabil sampai finish. Minum gel pas menit 30–40 itu kayak recharge HP dari 20% ke 60%—langsung hidup lagi.


Sesudah lari, jangan pelit protein + karbo. Banyak pelari fokus ke pace tapi nggak peduli fuel recovery, padahal inilah yang bikin energi lo balik buat latihan besok. Recovery food itu bukan cheat, tapi investasi.


Dan ingat, fuelling itu personal. Ada yang cocok pisang, ada yang cocok roti, ada yang cocok gel rasa cola. Eksperimen pelan-pelan sampai ketemu formula lo sendiri.

Kesimpulan:
Lari kenceng bukan cuma soal kaki kuat—tapi energi cukup. Fuelling yang bener bikin performa naik, mood stabil, dan long run jadi lebih “happy running”, bukan “survival mode”.