Dua Pendekatan Berbeda untuk Lari Cepat
Saucony kembali memperkuat lini performa mereka dengan merilis dua model baru: Endorphin Pro 5 dan Endorphin Azura. Keduanya sama-sama dirancang untuk kecepatan, tapi dengan pendekatan yang berbeda. Satu dibuat untuk race day, satu lagi untuk daily speed training. Pilihannya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan lari kamu.
Saucony Endorphin Azura

Speed Tanpa Carbon Plate
Endorphin Azura hadir sebagai sepatu speed trainer tanpa plate, tapi tetap membawa teknologi foam terbaik Saucony. Sepatu ini menggunakan PWRRUN PB, foam super ringan yang dikenal responsif dan punya bounce yang tinggi. Tanpa carbon plate, rasanya lebih natural dan fleksibel saat dipakai latihan.
Karakter ini membuat Azura cocok untuk:
- tempo run
- interval training
- uptempo daily miles
Dengan berat sekitar 240 gram, stack 40mm dan drop 8mm, Azura berada di kategori sepatu cepat yang tetap nyaman dipakai lebih sering. Ini adalah sepatu untuk pelari yang ingin sensasi cepat, tapi tidak selalu ingin menggunakan sepatu karbon setiap hari.
Saucony Endorphin Pro 5

Senjata Race Day
Jika Azura adalah sepatu latihan cepat, Endorphin Pro 5 jelas dibuat untuk satu tujuan: race day performance.
Versi terbaru ini menggunakan sistem midsole dual foam yang menggabungkan PWRRUN PB dengan lapisan PWRRUN HG di bagian atas. Kombinasi ini memberikan cushioning yang ringan sekaligus responsif. Di dalamnya juga terdapat carbon fiber plate yang membantu mendorong langkah ke depan dan meningkatkan efisiensi saat pace tinggi.
Dengan berat sekitar 206 gram dan stack 39.5mm / drop 8mm, Endorphin Pro 5 dirancang untuk jarak:
- 10K
- Half Marathon
- Marathon
Azura vs Pro 5
Daily Speed atau Race Precision?
Perbedaan utama dari dua sepatu ini sebenarnya cukup jelas. Endorphin Azura dibuat untuk latihan cepat dan mileage harian dengan rasa lari yang lebih natural tanpa plate. Sementara Endorphin Pro 5 adalah sepatu kompetisi yang mengandalkan carbon propulsion dan sistem foam yang lebih agresif untuk memberikan keuntungan maksimal di race day.
Satu fokus pada konsistensi latihan, satu lagi fokus pada performa maksimal di garis start. Pada akhirnya, keduanya menunjukkan satu hal: kecepatan bukan cuma soal sepatu paling agresif, tapi juga tentang memilih alat yang tepat untuk setiap sesi lari.